Hari Pendidikan Nasional tepatnya tanggal 2 Mei, menjadi tanggal yang sangat bermakna bagi kalangan Akademisi, Siswa, dan mereka yang terlibat atau merasakan manfaat dari pendidikan. Walaupun Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini belum bisa menjadi titik awal kebangkitan pendidikan di Indonesia. Karena pada faktanya potret pendidikan di Indonesia masih menampilkan wajah buramnya. Kemiskinan yang masih membelenggu sebagian besar rakyat Indonesia menjadi penyebab tersanderanya hak-hak anak indonesia dalam memperoleh pendidikan. Keteladan yang kurang baik dari seorang pendidik/guru menambah pula suramnya dunia pendidikan di Indonesia.
Makna mendidik, kini sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian pendidik masa kini. Hal ini dibuktikan adanya sebagian tenaga pendidik yang hanya menjalankan tugasnya untuk menghabiskan bahan ajar sesuai waktu yang ditentukan dalam RPP mereka. Ada sebagian guru yang hanya memberikan materi tanpa melakukan proses “pendidikan”.

